7 Tempat Mustajab Untuk Berdoa di Makkah-Madinah

7 Tempat Mustajab Untuk Berdoa di Makkah-Madinah

Jemaah haji Indonesia harus memahami tempat-tempat mustajab (pengabulan) di Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Ada tujuh tempat ini yang dapat dikunjungi untuk melakukan doa dan harapan.

Menurut situs web Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), ada tujuh tempat yang dianggap mustajab di Makkah dan Madinah.Menurut penjelasan yang diberikan oleh Syekh Maulana Muhammad Zakarriya Al-Kandahlawi dalam Kitab Durrul-Mantsur,

Syekh Maulana mengatakan bahwa ada banyak tempat yang mustajab di Makkah dan Madinah, seperti Multazam, Rukun Yamani, Shafa, dan Marwah. Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim juga mustajab.

Dia menjelaskan, “Dan juga di dalam Ka’bah, Mina, Muzdalifah, Arafah, dan tiga tempat melempar setan.”

Terjait doa mustajab diambil dari buku yang ditulis oleh Nurhasanah Namin, Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa. Doa adalah cara meminta dan meminta sesuatu kepada Allah SWT, seperti rezeki, keselamatan, dan kekuatan.

Hal tersebut tertuang dalam surat Ghafir atau Al-Mu’min ayat 60. Allah SWT menegaskan, janjinya mengabulkan doa para hamba yang memohon kepada-Nya,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

7 Tempat Mustajab di Makkah dan Madinah

1. Multazam

Lihat buku Namin Asimah Asizun “Misteri Mukjizat Makkah & Madinah”, yang disebut Multazam karena itu wajib bagi setiap muslim. dalam berdoa di lokasi tersebut.

Sebuah cerita mengatakan bahwa setiap doa yang dibaca di tempat itu akan dikabulkan atau diijabah dengan cepat. Di antara pintu Kakbah dan Hajar Aswad terletak Multazam.

dengan jarak sekitar dua meter. Di Rukun Yamani, di salah satu sudut Kakbah, ada batu hitam yang disebut Hajjar Aswad.

Menurut Namin Asimah, “Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada, dan pipi ke Multazam. Sesuai dengan hadits Nabi SAW, yang diriwayatkan oleh sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.”

Namin Asimah mengatakan bahwa tiga hal membuat Multazam menjadi tempat yang mustajab: Nabi Ibrahim AS, Hajar Aswad, dan jutaan orang yang bertawaf di sekitar Kakbah.

2. Hijir Ismail

Bentuk setengah lingkaran Hijir Ismail terletak di sebelah utara Ka’bah. Buku Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji dan Umrah Anda Lebih Produktif menjelaskan tentang hal ini.

H Rafiq Jauhary menulis buku ini. Saat membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim AS membangun Hijr Ismail sebagai tempat perlindungan.

Pada awalnya, Hijr Ismail adalah bagian dari Ka’bah. Namun, karena biayanya terbatas, mereka menguranginya.

Jemaah haji suka mengunjungi Hijr Ismail karena sangat mustajab dan dianjurkan untuk melakukan salat sunah di sana.

3. Rukun Yamani

Rukun Yamani tingginya sekitar 10,25 meter dan terletak di sebelah barat daya Ka’bah, sebelum Hajar Aswad dari arah tawaf.

Bagian-bagian Ka’bah ini disebut “rukun Yamani” karena mereka menatap ke arah Yaman. Kita disarankan untuk mengusapnya ketika berada di posisi ini.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Ubaid bin Umari, dari ayahnya, ia berkata, “Sesungguhnya Ibnu Umar pernah berebut berdesak-desakan untuk mendekati dua rukun (Hajar Aswad dan Rukun Yamani). Sebelumnya, aku tidak pernah melihat seorang pun sahabat Rasulullah SAW yang berdesakan seperti itu. Lantas aku berucap, ‘Wahai Abdurrahman, mengapa engkau mendekati dua rukun dengan berdesak-desakan seperti itu? Tidak pernah kulihat seorang pun sahabat Rasulullah SAW yang seperti itu.’

Dia menjawab, “Aku melakukannya karena mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani bisa menghapus dosa.”

4. Maqam Nabi Ibrahim

Kata “maqam” tidak berkaitan dengan makam atau tempat pemakaman Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah sebongkah batu yang digunakan untuk menandai telapak kaki Nabi Ibrahim.

Lokasinya di dalam Masjidil Haram dan berdekatan dengan Ka’bah, Nabi Ibrahim berdiri di atas batu ini dan meletakkan batu pertama pembangunan Ka’bah bersama Ismail.

Jejak kaki Nabi Ibrahim pada awalnya berada di dalam Ka’bah, tetapi pada zaman Nabi Muhammad SAW, mereka dipindahkan beberapa meter di samping Ka’bah.

Maqam Ibrahim dilindungi oleh rumah kaca emas. Ini dianggap sebagai tempat terbaik untuk memanjatkan doa pada Allah SWT.

5. Muzdalifah dan Mina

Diambil dari buku yang ditulis oleh Asima Nur Salsabila berjudul 1001 Fakta Dahsyat Mukjizat Kota Makkah. Antara Makkah dan Muzdalifah, ada mina di Tanah Haram.

Daerah Mina sangat penting untuk ibadah haji karena berada sekitar 7 km dari Muzdalifah dan hanya 4 km dari Masjidil Haram.

Area seluas kira-kira dua puluh kilometer persegi ini adalah tempat jamaah haji berkumpul. Mina dalam bahasa Arab berarti harapan.

6. Raudhah

Raudhah disebut sebagai tempat paling mustajab untuk berdoa di dalam Masjid Nabawi. Rasulullah SAW menyebut Raudhah sebagai taman surga.

Tempat ini juga disebut sebagai area yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda,

مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Artinya: “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Raudhah ditandai dengan tiang-tiang putih dan karpet putih, luasnya sekitar 330 meter persegi. Memanjang dari arah timur sampai barat sepanjang 22 meter dan dari arah utara sampai selatan sepanjang 15 meter.

7. Dalam Kaabah

Meskipun menjadi tempat mustajab, namun tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam Kaabah. Bahkan, beberapa sahabat Rasulullah SAW tidak diizinkan masuk ke dalam Kaabah dan melakukan salat di dalamnya.

Aisyah RA, selaku istri Rasulullah SAW juga dilarang. Dalam sebuah hadits, dari Aisyah Radhiyallahu’anha berkata:

“Saya dahulu ingin masuk ke dalam Baitullah dan salat di dalamnya, maka Rasulullah SAW menggandeng tangan dan membawaku masuk ke dalam Hijir lalu bersabda, ‘Salatlah di dalam Hijir jika engkau ingin masuk ke dalam Baitullah, karena sesungguhnya Hijir itu adalah bagian dari Baitullah. Akan tetapi kaummu (Quraisy) kekurangan biaya ketika membangun Ka’bah (merenovasinya) sehingga mereka terpaksa mengeluarkannya dari Baitullah.'” (HR Abu Dawud).

Semoga Allah selalu memberi kita kemampuan untuk melaksanakan ibadah umrah dengan penuh keberkahan, kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Salam satu juta jamaah, ayo pergi umrah dengan Rawda Travel!

——

Ingin Umroh dengan aman dan nyaman?

Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Rawda Umroh, travel umroh Bandung terpercaya. Rawda Umroh memiliki legalitas resmi, pengalaman melayani jamaah umroh, serta menawarkan paket umroh lengkap dengan harga bersaing.

Yuk, wujudkan impian umroh Anda bersama Rawda Umroh!

You cannot copy content of this page