Bacaan Doa Sa’i

doa sa'i

Sa’i merupakan salah satu rukun dalam rangkaian ibadah haji. Mengingat pentingnya sa’i dalam menentukan sah atau tidaknya ibadah haji yang dilakukan, maka jamaah haji juga harus mengetahui bacaan doa sa’i

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Artinya, ibadah ini bersifat wajib bagi mereka yang mampu, baik itu secara finansial, mental maupun fisik. 

Dalam segi fisik, para jamaah haji harus kuat secara jasmani untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji yang tidak sedikit. Beberapa rangkaian ibadah haji tersebut menentukan sah atau tidaknya ibadah haji yang dilaksanakan. 

Salah satu rangkaian ibadah haji yaitu sa’i yang dilakukan setelah thawaf. Sa’i dilakukan dengan berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwa. 

Sa’i dalam Ibadah Haji

Ibadah sa’i dilakukan dengan cara berjalan atau berlari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa di Masjidil Haram. Ibadah ini menggambarkan perjuangan Hajar yang merupakan istri Nabi Ibrahim ketika berlari-lari di antara kedua bukit tersebut saat mencari air untuk putranya yang bernama Ismail ketika masih bayi. 

Proses pelaksanaan ibadah sa’i ini dimulai dari Bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwa. Kedua bukit tersebut memiliki jarak sekitar 396 meter. 

Dalam proses melaksanakannya, para jamaah haji akan berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali. Perjalanan ini dimulai dengan naik ke atas Bukit Shafa lalu turun ke lembah kemudian berjalan menuju Bukit Marwa dan sebaliknya. 

Jamaah haji atau umroh dianjurkan untuk membaca doa-doa tertentu ketika melaksanakan ibadah sa’i. Melalui ibadah ini, umat muslim mengenang ketekunan serta kesabaran Siti Hajar untuk memohon bantuan dari Allah SWT ketika berada di situasi yang sulit. Ibadah sa’i ini juga melambangkan kesatuan, persatuan, dan kebersamaan umat muslim dalam mengabdi kepada Allah SWT. 

doa sa'i

Baca Juga : Bacaan Doa Thawaf Bagi Jamaah Haji

Bunyi Doa Sa’i

Ketika mendekati Bukit Shafa, para jamaah diperintahkan untuk membaca doa yang ada di dalam surah Al-Baqarah ayat 158 yang bunyinya:

إِنَّ الصَّفَا عَ وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌلِيمٌ

Artinya : Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS. al-Baqarah: 158)

Setelah membaca doa sa’i di atas, para jamaah dianjurkan untuk membaca: 

أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُولِهِ

Artinya : “Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya.” 

Bacaan di atas hanya dibaca satu kali ketika akan memulai sa’i. Jadi, ketika menaiki Bukit Shafa maupun Marwa, para jamaah tidak lagi membaca doa di atas. 

Ketika berada di Bukit Shafa sebelum memulai perjalanan, para jamaah dianjurkan untuk naik ke atas bukit lalu menghadap ke Ka’bah. Saat melihat Ka’bah, Rasulullah SAW membaca:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (3x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya : “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x). Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”

Setelah membaca doa di atas, para jamaah disunnahkan membaca doa apa saja yang diinginkan, baik itu urusan akhirat maupun dunia. Doa yang dipanjatkan boleh menggunakan Bahasa Arab ataupun Bahasa Indonesia. 

Ketika posisi jamaah masih berada di atas bukit atau kaki Bukit Shafa, para jamaah dianjurkan untuk membaca bacaan doa sa’i yang pertama dengan tetap melihat Ka’bah. Setelah itu, para jamaah bisa memanjatkan doa yang mereka inginkan. Kemudian, sebelum turun dari bukit, para jamaah bisa membaca doa khusus sa’i yang dianjurkan Rasulullah sambil melihat Ka’bah. 

Jadi, bisa disimpulkan jika para jamaah membaca doa sa’i tiga kali dan doa sesuai kehendak diri sendiri sebanyak dua kali sebelum meninggalkan Bukit Shafa. Pembacaan doa tersebut dilakukan dengan cara bergantian. 

Doa-doa di atas juga diucapkan ketika para jamaah berada di Bukit Marwa. Bacaan dan tata cara membacanya juga sama seperti ketika berada di Bukit Shafa. 

Baca Juga : Mengapa Ka’bah Penting Bagi Umat Islam?

Doa Niat Sa’i

Sebelum melaksanakan sa’i, para jamaah juga bisa membaca doa sebagai niat. Dengan begitu, para jamaah akan lebih khusyuk ketika menunaikan ibadah sa’i. Berikut adalah bacaannya: 

أَبْدَأُ بِمَا بَعْدَ اللَّهِ بِهِ وَرَسُولُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا. وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Aku memulai apa yang sudah dimulai oleh Allah dan oleh Rasul. Sesungguhnya bukit Shafa dan bukit Marwah sebagian dari tanda kebesaran Allah. Barang siapa yang pergi haji ke rumah Allah atau umrah maka tidak ada dosa bagi yang mengerjakan sa’i diantara keduanya.”

Doa Sa’i Ketika Berada di Atas Bukit Shafa

للهُ اَكْبَرْ ٣× لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ، اللهُ اَكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللهُ اَكْبَرْ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَااَوْلَانَا لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرِ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Artinya : “Allah maha besar 3x, Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah maha besar, Segala puji bagi Allah, Allah Maha besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.”

Doa Sa’i Ketika Berada di Atas Bukit Marwa

اللّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لاَتَكِلْنَا وَعَلَى اْلإِيْمَانِ واْلإِسْلاَمِ الَكَامِلِ جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللّهُمَّ ارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَالاَ يَعْنِيْنِيْ وَارْزُقْنِيْ حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ.

Artinya : “Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau ridho. Ya Allah rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu ridho terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Baca Juga : Penjaga Kunci Ka’bah

Penutup

Itu dia beberapa doa sa’i yang bisa Anda panjatkan ketika melaksanakan ibadah haji maupun umroh. Semoga perjalanan ibadah Anda lancar dan memberikan banyak pahala serta keberkahan. 

Percayakan perjalanan umroh Anda dengan Rawda Travel. Rawda Travel telah menemani banyak jamaah haji dan umroh untuk beribadah ke tanah suci dengan lancar sejak tahun 2003. Untuk informasi mengenai biaya dan fasilitas, Anda dapat mengunjungi Promo Rawda Travel.

You cannot copy content of this page