Apa Saja yang Dilakukan Ketika Tawaf Saat Haji atau Umrah?

Apa Saja yang Dilakukan Ketika Tawaf Saat Haji atau Umrah?

Tawaf merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji atau umrah. Artinya, melakukan tawaf saat haji atau umrah merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menentukan sah atau tidaknya ibadah haji dan umrah yang dilaksanakan oleh para jamaah. 

Pengertian Tawaf

Dalam ibadah haji dan umrah, terdapat beberapa rangkaian ibadah yang harus dilakukan oleh para jamaah. Salah satunya yaitu tawaf. 

Tawaf saat haji atau umrah merupakan ibadah yang cara melaksanakannya yaitu dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Sambil berdoa, para jamaah mengelilingi Ka’bah secara berlawanan arah dengan arah jarum jam. Artinya, ketika para jamaah melakukan tawaf, posisi Ka’bah berada di sisi kiri. 

Syarat Melaksanakan Ibadah Tawaf Saat Haji atau Umrah

Sebelum belajar mengenai tata cara melaksanakan tawaf yang benar, Anda perlu mengetahui syarat-syarat untuk melaksanakannya. Apa saja syarat untuk melakukan tawaf? Berikut ini adalah beberapa syarat untuk melaksanakan tawaf. 

  • Bersuci serta menutup aurat sama seperti ketika shalat. Ketika melaksanakan tawaf, para jamaah juga masih diperbolehkan untuk berbicara selagi pembicaraannya baik. 
  • Pelaksanaan tawaf dimulai dan diakhiri di sudut Hajar Aswad. 
  • Ketika melaksanakan tawaf, posisi Ka’bah berada di sisi kiri jamaah, tidak melewati pondasi Ka’bah atau dalam Hijir Ismail. 

tawaf saat haji atau umrah

Baca Juga : Inilah Rukun-Rukun Dalam Shalat

Tata Cara Melaksanakan Tawaf Saat Haji atau Umrah

Setelah mengetahui tata cara melaksanakan ibadah tawaf, Anda juga perlu tahu mengenai tata cara melaksanakan ibadah tawaf saat haji atau umrah.  Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara melaksanakan tawaf. 

1. Jamaah haji atau umrah laki-laki meletakkan bagian tengah kain ihram di bawah ketiak kanan lalu meletakkan ujung kain di atas pundak sebelah kiri. Sementara pundak kiri tertutup, pundak kanan jamaah laki-laki terbuka. 

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadis oleh riwayat Abu Dawud. 

“Dari Ibnu Abbas (diriwayatkan) sesungguhnya Rasulullah SAW dan para sahabatnya umrah dari ji’ranah, lalu mereka berlari-lari kecil di Baitullah dan mereka buat rida (selendang) mereka di bawah ketiak kanan mereka lalu menyampirkan ujung-ujungnya di atas pundak kiri mereka.” (HR. Abu Dawud)

2. Ketika berada di sudut Hajar Aswad, para jamaah bisa menghadapkan diri ke Hajar Aswad lalu menciumnya, atau menyentuhnya dengan tangan kemudian mencium tangannya, atau menyentuhnya dengan menggunakan tongkat, atau berisyarah kepadanya dengan tangan. Hal tersebut dilakukan setiap putaran tawaf. 

Dalam sebuah hadis dijelaskan jika, “Dari Abis bin Rabi’ah (diriwayatkan) ia berkata: aku melihat Umar r.a. datang ke Hajar Aswad sambil berkata, ‘Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau itu batu, apabila aku tidak melihat Rasulullah SAW mengecup engkau, pastilah aku segan mengecupmu.’ Kemudian ia mendekat lalu mengecupnya.” (HR. Al-Bukhari). 

3. Membaca takbir بِسْمِ االلهِ وَااللهُ أَكْبَرُ 

4. Setelah membaca takbir, jamaah bisa menghadap ke sisi kanan sehingga posisi Ka’bah berada di sebelah kiri mereka. Untuk tawaf qudum (tawaf umrah), para jamaah bisa berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran lalu dilanjutkan dengan berjalan biasa sebanyak empat kali putaran. 

Hal tersebut juga dijelaskan dalam HR Al-Bukhari berikut ini. “Dari Salim dari saudaranya r.a. (diriwayatkan), ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw., tatkala sampai di Makkah, beliau mengusap Hajar Aswad ketika pertama kali tawaf, yang pertama beliau berlari-lari kecil tiga kali di antara tujuh putaran.” (HR. Bukhari).

5. Ketika jamaah sudah berada di Rukun Yamani dan Sudut Hajar Aswad, mereka dapat membaca bacaan berikut ini:

رَبَّنَا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

6. Pelaksanaan ibadah tawaf selesai ketika para jamaah sudah melakukan tujuh putaran.

7. Ketika melaksanakan tawaf, tidak ada doa tertentu yang harus dibaca oleh para jamaah. Mereka diperbolehkan untuk membaca doa apapun yang diinginkan. 

8. Apabila telah selesai melaksanakan tawaf, para jamaah bisa pergi menuju Maqam Ibrahim kemudian membaca:

 وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ

Para jamaah haji dan umrah bisa melakukan shalat dua rakaat. Setelah membaca surah Al-Fatihah, para jamaah bisa melanjutkan dengan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al-Ikhlas pada shalat rakaat kedua.

Setelah selesai menunaikan shalat, para jamaah dapat kembali ke Hajar Aswad lalu menciumnya, menjamahnya, atau berisyarah. Apabila seluruh rangkaian tawaf telah selesai dilaksanakan, jamaah haji dan umrah disunnahkan untuk meminum air zam-zam. 

Baca Juga : Bolehkah Saya Berangkat Haji Atau Umrah Dengan Hutang Yang Masih Ditanggung?

Penutup

Demikian penjelasan mengenai tata cara melaksanakan tawaf saat haji atau umrah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tawaf ini merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji dan umrah. Karena bersifat wajib, maka penting bagi Anda untuk mengetahui tata cara melaksanakan tawaf yang benar dan sesuai ketentuan Rasulullah SAW. 

Percayakan perjalanan umroh Anda dengan Rawda Travel. Rawda Travel telah menemani banyak jamaah haji dan umroh untuk beribadah ke tanah suci dengan lancar sejak tahun 2003. Untuk informasi mengenai biaya dan fasilitas, Anda dapat mengunjungi Promo Rawda Travel. Ada juga promo Paket Umroh Turki yang bisa Anda dapatkan di Rawda Travel.

You cannot copy content of this page