Sebentar lagi memasuki bulan haji, tahukah Anda bahwa terdapat sebutan mabrur untuk seseorang yang telah menjalankan ibadah haji. Simak penjelasan berikut ini tentang apa itu haji mabrur dan bagaimana ciri – cirinya.
Setiap umat muslim memiliki keinginan untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Ibadah ini merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.
Haji dilakukan dengan cara mengunjungi Baitullah atau Ka’bah di Mekkah pada waktu tertentu yaitu bulan Dzulhijjah dengan melaksanakan rangkaian setiap ibadah seperti ihram, wukuf, thawaf, sa’i, mabit, melontar jumrah, dan tahallul. Ibadah haji dipahami sebagai perjalanan ibadah ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Dalam pelaksanaan ibadah haji, seseorang bisa dikatakan haji mabrur yang merupakan sebutan bagi jamaah setelah kepulangan dari ibadah menjadi lebih taat beribadah, lebih sabar, lebih rendah hati, dan menjauhi maksiat.
Sebutan haji mabrur tidak hanya sebutan seseorang yang setelah selesai ritual namun juga bisa memberikan pengaruh nyata dalam kehidupan sehari – hari. Artikel ini akan membahas tentang apa itu haji mabrur. Simak dibawah ini.
Apa Makna Haji Mabrur?

Mengenal apa itu haji mabrur dan mengapa istilah ini selalu menjadi harapan setiap jamaah yang berangkat ke Tanah Suci. Secara sederhana, haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT dan memberikan perubahan baik dalam kehidupan seseorang.
Haji mabrur bukan hanya sekedar menyelesaikan rangkaian manasik, namun juga bagaimana seseorang kembali dengan hati yang lebih bersih, akhlak yang lebih baik, dan semangat ibadah yang lebih kuat.
Memaknai apa itu haji mabrur, kata “mabrur” memiliki arti diterima, baik, atau patuh. Dalam bahasa Arab, mabrur berkaitan dengan al-birr, yang berarti kebaikan, kebajikan, atau ketaatan.
Haji mabrur dapat dipahami sebagai ibadah haji yang dipenuhi kebaikan, dilakukan dengan ikhlas sesuai dengan tuntunan syariat, dan tidak dikotori oleh dosa atau kesombongan.
Haji mabrur bukan hanya sekedar sebuah gelar atau sebutan keabsahan haji. Haji yang sah berarti seseorang telah memenuhi rukun dan kewajiban haji. Lebih dalam haji mabrur menyangkut penerimaan Allah SWT dan dampak ibadah tersebut terhadap kehidupan setelah pulang dari Tanah Suci.
Apa itu haji mabrur, seseorang akan menyadari bahwa kemabruran tidak hanya terlihat saat berada di Mekkah atau Madinah. Namun ini ditandai setelah kepulangan ke Tanah air. Seseorang yang hajinya mabrur biasanya menjadi lebih baik dalam berucap, lebih taat beribadah, dan peduli dengan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Mengenali Bagian dari Ka’bah agar Ibadah Umroh Lebih Bermakna
Bagaimana Cara Meraih Haji Mabrur?
Mengenai apa itu haji mabrur, haji mabrur ini bisa diraih tidak hanya ketika seseorang sudah berangkat haji. Namun untuk memperoleh mabrur perlu memperbaiki niat sejak awal.
Jamaah dapat berniat dengan benar, beribadah semata – mata karena Allah SWT bukan karena ingin dipuji, dihormati, atau mendapatkan status sosial di masyarakat. Niat yang lurus menjadi fondasi utama agar ibadah haji tidak kehilangan makna spiritualnya.
Selain niat, jamaah juga harus memahami syarat, rukun, dan larangan dalam ibadah haji. Pelaksanaan haji perlu mengikuti tuntunan yang benar, mulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, tahallul, hingga tertib dalam menjalankan seluruh rangkaiannya.
Jamaah juga perlu memperbanyak taubat sebelum berangkat. Meminta maaf kepada keluarga, menyelesaikan urusan utang, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan membersihkan harta dari hal yang tidak halal adalah langkah penting. Dengan bekal hati yang bersih, perjalanan haji dapat menjadi ibadah yang lebih bermakna. Inilah cara usaha meraih haji mabrur.
Ciri Ciri Haji Mabrur Setelah Pulang
Tentang apa itu haji mabrur dapat dikenali ciri – cirinya setelah kepulangan dari Tanah Suci. Berikut ini beberapa ciri – ciri dari haji mabrur.
1. Perubahan Emosi menjadi lebih baik
Ciri – ciri haji mabrur pertama ialah mengalami perubahan menjadi lebih baik. Orang yang sebelumnya mudah marah mulai belajar menahan emosi.
Seseorang yang dahulu kurang disiplin dalam ibadah mulai memperbaiki shalat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal saleh. Perubahan ini menunjukkan bahwa ibadah haji meninggalkan bekas yang kuat dalam hati dan perilaku.
2. Akhlak yang Baik
Ciri – ciri haji mabrur lainnya ialah seseorang akan memiliki akhlak lebih baik dan semakin menjauhi maksiat. Haji mabrur sering dikaitkan dengan ibadah yang tidak bercampur dosa dan tidak diikuti dengan kebiasaan buruk setelahnya. Artinya, sepulang haji seseorang berusaha menjaga dirinya agar tidak kembali pada perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, keberangkatan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, seseorang yang mendapatkan pelajaran besar dari ibadah haji akan lebih santun dalam berbicara, tidak mudah merendahkan orang lain, dan mampu menjaga lisan dari ucapan yang menyakitkan.
Seseorang yang telah berhaji akan memahami bahwa ibadah kepada Allah harus tercermin dalam hubungan baik dengan sesama manusia. Selain itu, haji yang mabrur melahirkan pribadi yang lebih rendah hati.
Setelah melihat jutaan jamaah dari berbagai bangsa memakai pakaian ihram yang sama, seseorang seharusnya semakin sadar bahwa manusia tidak layak menyombongkan harta, jabatan, atau gelar. Semua manusia sama di hadapan Allah, kecuali ketakwaannya.
3. Peduli dengan Lingkungan Sekitar
Ciri haji mabrur terlihat ketika seseorang setelah kepulangan meningkatnya kepedulian sosial. Orang yang hajinya mabrur biasanya lebih mudah tergerak untuk membantu orang lain.
Seseorang tidak hanya memikirkan ibadah pribadi, tetapi juga berusaha memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Bantuan itu bisa berupa sedekah, tenaga, nasihat baik, atau perhatian kepada orang yang membutuhkan.
4. Menjaga Ibadah Setelah Kepulangan
Ciri haji mabrur juga ditandai dengan seseorang yang kuat dalam menjaga ibadah wajib. Sepulang dari Tanah Suci, seseorang seharusnya lebih menjaga shalat lima waktu, lebih rajin berdoa, dan lebih berhati-hati dalam mencari rezeki yang halal. Ibadah haji menjadi titik balik untuk menjalani hidup dengan arah yang lebih baik.
Gelar mabrur harus dijaga dengan istiqamah. Seseorang dapat memperbanyak ilmu agama, memilih lingkungan yang baik, dan terus mengingat pengalaman spiritual selama haji.
Baca Juga: Keutamaan Haji Ifrad yang Jarang Orang Ketahui
Demikian penjelasan tentang apa itu haji mabrur. Semoga dari penjelasan diatas dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk mengetahui haji mabrur. Perjalanan ke Tanah suci memerlukan persiapan yang matang. Hal ini berlaku untuk haji maupun umroh.
Salah satu yang penting dalam persiapan keberangkatan ke Tanah Suci adalah menentukan biro keberangkatan. Biro keberangkatan terpercaya yaitu umroh Bandung. Biro ini telah berpengalaman mengantarkan jamaah ke Tanah Suci dan para jamaah ini puas dengan layanan yang diberikan oleh umroh Bandung.
Selain menjamin kepuasan, biro umroh Bandung juga memberikan layanan akomodasi serta fasilitas terbaik untuk kenyamanan para jamaah. Beberapa paket penawaran tersedia seperti umroh plus Turki Bandung dan umroh plus Dubai Bandung.
Dapatkan pengalaman terbaik umroh Anda dan mendapatkan umroh mabrur bersama umroh Bandung solusi perjalanan ke Tanah Suci!
Baca Juga:
- 7 Seluk Beluk Perbedaan Haji dan Umroh
- Mengenal Sejarah Tahallul, Penutup Rangkaian Ibadah…
- Makna Tahallul Salah Satu Rukun Umroh yang Tidak…
- Mengenal 6 Jenis Thawaf: Waktu, Hukum, dan Dalil-Dalilnya
- Sejarah Haji: Kapan Wajib Haji Pertama Kali Disyariatkan?
- Syarat dan Tips Menjalani Haji Tamattu
- Perbedaan Ragam Haji, Panduan Sebelum Menunaikan Ibadah Haji
- Perbedaan Haji dan Umroh Sebelum Menunaikan Ibadah…
- Inilah 10 Perbedaan Haji dan Umroh Paling Mencolok
- Kenali Perbedaan Antara Rukun Haji, Wajib Haji, dan…