Ketahui Perbedaan Manasik Haji dan Umroh, Inilah Rincian Pelaksanaanya!

perbedaan manasik haji dan umroh

Bagi sebagian orang, menjalankan ibadah haji dan umroh adalah impian yang dipupuk sejak lama. Tidak sedikit yang harus menabung bertahun-tahun demi merasakan pengalaman spiritual tersebut.

Namun ketika tiba waktunya berangkat ke Tanah Suci, banyak jamaah masih merasa bingung dengan alur ibadah, terutama mengenai manasik haji dan manasik umroh. Padahal, manasik bukan sekadar latihan teknis, melainkan pembekalan ilmu agar ritual ibadah dijalankan dengan penuh pemahaman dan kekhusyukan.

Dalam praktiknya, ibadah haji dan umroh memiliki kesamaan, yakni sama-sama hanya bisa dilakukan di Tanah Suci. Keduanya juga mencakup ritual inti berupa ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Namun perbedaannya cukup signifikan, baik dari segi waktu pelaksanaan, durasi, hingga rangkaian ritual yang harus dilewati. Di sinilah manasik berperan penting untuk membentuk kesiapan jamaah, baik secara fisik, mental, maupun ilmu.

Melalui artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai perbedaan manasik haji dan umroh, termasuk rincian tahapan pelaksanaan ritualnya, serta alasan mengapa manasik perlu diikuti dengan serius sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Sejarah Gua Tsaur, Tempat Persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar As

Apa Itu Manasik Haji dan Umroh?

Secara bahasa, kata manasik berasal dari bahasa Arab mansak yang berarti ibadah, ritual, atau tata cara pelaksanaan ibadah tertentu. Dalam konteks haji dan umroh, manasik merujuk pada proses pembelajaran dan simulasi mengenai tata cara pelaksanaan ibadah.

Manasik biasanya dilakukan oleh calon jamaah sebelum berangkat ke Arab Saudi, baik melalui lembaga pemerintah, KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), maupun travel umroh. Pada sesi manasik, jamaah tidak hanya mempelajari gerakan ritual dan doa-doanya, tetapi juga aturan tambahan seperti larangan ihram, kondisi lingkungan Arab Saudi, dan adab-adab ketika berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Tahapan Manasik Umroh: Lebih Singkat, Namun Tetap Penuh Makna

Jika dibandingkan dengan haji, umroh memiliki alur ibadah yang lebih singkat dan fleksibel karena tidak terikat waktu tertentu dalam kalender Hijriyah. Namun meskipun singkat, tahapan dalam umroh tetap mengandung nilai historis, simbolis, dan spiritual yang dalam.

Berikut urutan tahapan utama dalam umroh yang dipelajari saat manasik:

1. Ihram dari Miqat

Segala bentuk ritual umroh dimulai dari ihram. Ihram bukan hanya pakaian khusus, tetapi lebih luas dari itu—yakni keadaan suci yang dimulai dengan niat. Calon jamaah membersihkan diri dengan mandi sunnah, mengenakan ihram (dua helai kain putih tanpa jahitan bagi pria, sementara wanita memakai pakaian menutup aurat yang sederhana), lalu mengucapkan niat di miqat.

Contoh niat:

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى

“Aku niat umrah dan berihram karenanya karena Allah Ta’ala.”

Miqat sendiri adalah batas tempat yang ditentukan untuk memulai niat ihram. Di fase ini berlaku larangan-larangan ihram seperti tidak boleh memakai wangi-wangian, memotong kuku, mencabut rambut, berburu, hingga berhubungan suami istri.

2. Thawaf (Mengelilingi Ka’bah)

Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melakukan thawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad, jamaah berjalan dengan Ka’bah berada di sisi kiri. Setiap putaran dilakukan dengan penuh kekhusyukan, diiringi doa, dzikir, dan sebelumnya melakukan istilam (mengisyaratkan tangan ke Hajar Aswad).

Thawaf bukan sekadar gerakan fisik, tetapi simbol penghambaan total kepada Allah. Seluruh energi jamaah dipusatkan pada Ka’bah sebagai kiblat dan pusat orientasi umat Islam.

3. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Usai thawaf, jamaah melakukan sa’i, yaitu berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ritual ini merupakan simbol keteguhan dan tawakal Siti Hajar dalam mencari air untuk bayi Ismail hingga kemudian Allah memancarkan air zam-zam sebagai mukjizat.

Sa’i mengajarkan arti usaha sebelum tawakal, karena meskipun air zam-zam adalah pemberian Allah, Siti Hajar tidak tinggal diam namun berikhtiar sekuat tenaga.

4. Tahallul (Mencukur Rambut)

Ritual terakhir dalam umroh adalah tahallul, yakni mencukur rambut minimal tiga helai. Bagi pria, lebih utama mencukur gundul, sementara wanita cukup memotong ujung rambut. Dengan tahallul, larangan ihram berakhir dan rangkaian umroh selesai.

Tahapan Manasik Haji: Rangkaian Lebih Kompleks dan Terikat Waktu

Jika umroh bisa dilakukan kapan saja, haji hanya dilakukan sekali dalam setahun, tepat pada bulan Dzulhijjah. Haji menggabungkan seluruh ritual umroh ditambah serangkaian ibadah tambahan yang menjadi puncak penyempurnaan rukun Islam kelima.

Berikut tahapan penting dalam manasik haji:

1. Wukuf di Arafah: Puncak Ibadah Haji

Wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah puncak ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:

“Al-hajju Arafah” — “Haji itu adalah Arafah.”

Tanpa wukuf, haji dianggap tidak sah. Pada fase ini jamaah menghabiskan waktu untuk berdoa, muhasabah diri, bertalbiyah, bertakbir, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampunan.

Secara spiritual, Arafah dianggap simbol hari dikumpulkannya manusia pada akhirat kelak. Setiap hamba berdiri di hadapan Allah dengan keikhlasan dan doa terbaiknya.

2. Mabit di Muzdalifah dan Mina

Setelah matahari terbenam di Arafah, jamaah menuju Muzdalifah untuk menginap (mabit). Di tempat ini jamaah mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah. Setelah itu jamaah berpindah ke Mina untuk mabit pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).

Mabit melatih kesabaran, kebersamaan, dan kedisiplinan. Jamaah hidup dalam kesederhanaan di lingkungan terbuka dan padat.

3. Melontar Jumrah

Batu-batu kerikil yang dikumpulkan digunakan untuk melontar tiga jumrah yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Aksi ini melambangkan penolakan terhadap tipu daya setan, terinspirasi dari kisah Nabi Ibrahim ketika digoda agar mengurungkan perintah Allah untuk menyembelih putranya.

4. Tawaf Wada’

Sebelum meninggalkan Mekah, jamaah melakukan Tawaf Wada’ sebagai tanda perpisahan. Ritual ini menjadi simbol penghormatan terakhir kepada Baitullah dan penutup ibadah haji.

Perbedaan Manasik Haji dan Umroh: Ringkas Namun Penting

Berikut rangkuman perbedaan mendasar:

Aspek Umroh Haji
Waktu Fleksibel sepanjang tahun Khusus bulan Dzulhijjah
Durasi Singkat (beberapa jam) Lebih panjang (5–6 hari)
Tahapan Utama Ihram, thawaf, sa’i, tahallul Tahapan umroh + wukuf, mabit, jumrah, tawaf wada’
Status Ibadah Sunnah muakkad Rukun Islam kelima
Tingkat Kerumitan Lebih sederhana Lebih kompleks dan padat
Kesiapan Jamaah Fokus memahami teknis dan larangan Fokus teknis, mental, fisik, dan kesabaran

Mengapa Manasik Haji dan Umroh Itu Penting?

Mengikuti manasik bukan sekadar formalitas. Manasik membantu:

✔ Mengurangi kebingungan saat ibadah
✔ Memahami larangan ihram agar tidak terkena fidyah
✔ Mengetahui alur perjalanan di Arab Saudi
✔ Memahami kondisi fisik dan cuaca di lapangan
✔ Menambah kekhusyukan ritual
✔ Menghindari kesalahan fatal yang membatalkan ibadah

Ibadah tanpa ilmu berisiko menjadi ritual kosong. Ibadah dengan ilmu menjadi pengalaman spiritual penuh makna.

Penutup

Memahami perbedaan dan tahapan manasik haji serta umroh ibarat menyiapkan bekal untuk perjalanan jauh. Ilmu adalah peta, manasik adalah simulasi, sedangkan ibadah di Tanah Suci adalah tujuan akhirnya. Dengan kesiapan matang, ibadah menjadi tertib, tenang, dan penuh kekhusyukan.

Jika Anda sedang mencari layanan perjalanan travel umroh Bandung, Rawda Travel & Umroh adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Sebagai agen perjalanan terpercaya, kami menyediakan layanan berkualitas dengan harga yang bersahabat. Sejak tahun 2003, kami telah menjadi mitra utama bagi jemaah yang ingin menunaikan ibadah umrah ke tanah suci, didukung oleh reputasi dan pengalaman yang solid.

Kami juga menawarkan paket eksklusif “Umroh Plus Turki Bandung” dan ” Umroh Plus Dubai Bandung” yang tidak kalah menarik. Langsung saja kunjungi website resmi kami untuk mendapatkan pengalaman ibadah yang berkah dan berkesan.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Religi Saat Umroh dan Bersejarah

Quick Link: