Pelaksanaan haji terbagi menjadi tiga salah satunya disebut dengan haji Tamattu. Berikut ini tips menjalani haji Tamattu mulai dari syarat sah dan urutan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Haji dibedakan menjadi tiga yaitu haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu. Ketiganya memiliki perbedaan terletak pada rangkaian kegiatannya. Dari ketiga perbedaan haji seringkali jamaah dari Indonesia melaksanakan haji Tamattu.
Haji tamattu sering dipilih oleh jamaah karena dalam pelaksanaannya terdapat jeda untuk memberikan kesempatan beristirahat setelah umroh sebelum memasuki rangkaian haji yang lebih padat.
Berbeda dengan haji qiran atau ifrad, tamattu memungkinkan jamaah melepaskan ihram setelah umroh dan melakukan banyak aktivitas hingga tanggal 8 Zulhijjah.
Berikut ini tentang haji Tamattu dan tips menjalani haji Tamattu penting untuk jamaah.
Pengertian Haji Tamattu

Mengenal haji Tamattu merupakan bentuk ibadah haji yang dilakukan dengan cara lebih fleksibel, yaitu jamaah melaksanakan umroh terlebih dahulu kemudian bertahallul, beristirahat sejenak lalu dapat kembali berihram untuk melaksanakan haji sesuai waktunya dalam bulan Dzulhijjah.
Dalam bahasa Arab, pengertian haji Tamattu berasal dari kata Tamattu dapat diartikan sebagai “menikmati” atau “memperoleh kenikmatan”. Hal ini mencerminkan kemudahan yang diberikan Islam kepada jamaah, untuk memberikan jeda istirahat setelah umroh sebelum memulai rangkaian ibadah haji yang panjang dan menguras tenaga.
Konsep haji Tamattu memberikan kemudahan dan kesempatan bagi jamaah untuk memaksimalkan ibadah tanpa terburu-buru dalam satu rangkaian yang berat. Dalam pelaksanaannya juga haji Tamattu memiliki rangkaian kegiatan yang wajib jamaah ketahui agar ibadah sah dan sesuai syariat dalam Islam.
Dasar Hukum Pelaksanaan Haji Tamattu
Haji tamattu adalah salah satu cara pelaksanaan ibadah haji yang umum dipraktikkan oleh jamaah Muslim di seluruh dunia. Secara sederhana, haji tamattu berarti jamaah akan melakukan umroh terlebih dahulu.
Kemudian ibadah dilanjutkan bertahallul melepas ihram umroh. Jamaah dapat menunggu hingga tanggal 8 Dzulhijjah untuk kembali berihram dan melaksanakan rangkaian haji secara normal.
Pelaksanaan haji tamattu didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan cara ini terutama bagi jamaah yang tidak membawa hadyu (hewan kurban) sejak miqat. Tentunya hal ini membuat haji tamattu dipandang sebagai pilihan yang paling ringan dan nyaman bagi banyak jamaah, termasuk jamaah Indonesia.
Baca Juga: Perbedaan Ragam Haji, Panduan Sebelum Menunaikan Ibadah Haji
Syarat Sah Pelaksanaan Haji Tamattu
Dalam pelaksanaan haji Tamattu, jamaah wajib mengetahui syarat sah dalam pelaksanaan ibadah ini. Syarat sah wajib dipenuhi sebelum dan selama pelaksanaan ibadah. Berikut ini beberapa syarat sah pelaksanaan haji tamattu diantaranya:
1. Beragama Islam, jamaah wajib menganut agama Islam
2. Berakal sehat, jamaah yang menunaikan haji Tamattu harus dalam kondisi mental yang baik dan memahami ibadah yang dijalankan.
3. Baligh atau artinya ibadah haji dilaksanakan oleh jamaah yang mencapai usia baligh.
4. Mampu secara fisik maupun finansial.
5. Harus dalam kondisi sehat dan menjamin keselamatan dirinya selama ibadah agar tidak terganggu saat proses ibadah di Tanah suci.
6. Melakukan pembayaran dam atau denda yang menjadi kewajiban. Denda berupa penyembelihan hewan kurban atau pengganti seperti puasa. Pembayaran dam merupakan bentuk taubat dan penyempurnaan atas kemudahan yang diberikan ketika jamaah memisahkan umroh dan haji dalam satu perjalanan.
Bila tidak mampu menyembelih hewan, jamaah dapat menggantinya dengan puasa sepuluh hari dengan tiga hari saat berada di Tanah Suci dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.
Niat Haji Tamattu
Bagi jamaah yang akan melaksanakan haji Tamattu maka wajib mengucapkan niat. Niat dapat dilafadzkan atau dalam hati. Niat juga menjadi kunci sahnya ibadah. Berikut ini bacaan niat haji tamattu saat memulai ihram di Miqat.
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.
Artinya: “Aku berniat haji dengan berihram karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu dari Awal hingga Akhir
Sebelum memahami tips menjalani haji Tamattu, jamaah wajib mengetahui tata cara urutan lengkap pelaksanaan haji Tamattu secara runtut.
1. Ihram di Miqat untuk Umroh
Jamaah yang akan melaksanakan haji Tamattu wajib berihram di miqat yang telah ditentukan sesuai dengan lokasi keberangkatan. Di momen ini jamaah mengucapkan dapat mengucapkan niat.
2. Tawaf Qudum
Jamaah selanjutnya melakukan tawaf Qudum ketika tiba di Mekkah. Tawaf merupakan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali di Masjidil Haram sebagai penghormatan kepada Baitullah.
3. Sa’i
Jamaah kemudian melakukan sa’i atau berlari – lari kecil bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
4. Tahallul
Selanjutnya jamaah memotong rambut sebagai tanda berakhirnya umrah dan bebas dari larangan ihram. Jamaah cukup memotong setidaknya tiga helai rambut.
5. Menunggu Waktu Haji
Setelah menyelesaikan tahallul jamaah bebas beraktivitas normal sambil menunggu momen haji yaitu tanggal 8 Dzulhijjah.
6. Kembali Ihram
Ketika sesampai tanggal 8 Dzulhijjah jamaah memulai niat ihram untuk haji.
7. Wukuf di Arafah
Jamaah pada 9 Zulhijjah jamaah menghabiskan waktu di Arafah sebagai inti ibadah haji.
8. Mabit di Muzdalifah
Jamaah setelah wukuf maka menuju Muzdalifah, bermalam di Muzdalifah setelah wukuf.
9. Melontar jumrah Aqabah
Pada 10 Dzulhijjah jamaah melontar tujuh kerikil di Jumrah Aqabah yang memiliki lambang perlawanan terhadap setan.
10. Tahallul awal
Jamaah kemudian memotong rambut sekali lagi.
11. Mabit di Mina
Jamaah bermalam di Mina selama hari tasyrik yaitu tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah.
12. Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah
Selama hari tasyrik, jamaah melontarkan jumrah ke tiga tempat yaitu Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah.
13. Tawaf Ifadah
Jamaah kemudian melaksanana tawaf ifadah disekitar Ka’bah sebagai rukun haji.
14. Sa’i
Setelah tawaf, jamaah melakukan kembali perjalanan sa’i dari bukit Shafa ke Bukit Marwah.
15. Tahallul Tsani
Jamaah selanjutnya melakukan tahallul tsani dengan memotong rambut kembali. Dari sini jamaah sudah terbebas dari semua larangan ihram.
16. Tawaf Wada
Kegiatan tawaf ini sebagai tawaf penutup sebelum kepulangan ke Tanah air.
Tips Menjalani Haji Tamattu
Bagi Anda yang akan melaksanakan haji Tamattu, berikut ini tips menjalani haji Tamattu.
1. Persiapan Fisik dan Kesehatan
Tips menjalani haji Tamattu jamaah wajib melakukan persiapan fisik jauh-hari sebelum keberangkatan dengan olahraga ringan, cek kesehatan, serta pola makan sehat. Ibadah haji membutuhkan stamina prima karena banyak ritual yang memerlukan tenaga, harapannya dengan persiapan fisik jamaah tidak mudah merasa kelelahan.
2. Menguasai Urutan Ibadah dan Doa
Tips menjalani haji tamattu dengan menguasai urutan ibadah dan do’a. Jamaah dapat mempelajari do’a tawaf, sa’i, wukuf, dan lempar jumrah. Menguasai bacaan akan membantu jamaah fokus dan tenang saat menjalankan manasik.
3. Menjaga Mental dan Spiritual
Tips menjalani haji tamattu dengan menjaga mental dan spiritual. Jamaah diharapkan untuk tetap tenang, bersabar, dan tingkatkan dzikir serta doa. Perjalanan haji adalah pengalaman spiritual yang intens, maka kesiapan mental juga sangat penting.
Demikian penjelasan tentang tips menjalani haji Tamattu. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi para calon jamaah.
Jika Anda akan menunaikan haji Tamattu penting untuk persiapan. Ibadah ini dilakukan setahun sekali, maka opsi jika ingin segera ke Tanah suci tentunya Anda dapat menunaikan umroh.
Sebelum berangkat umroh, calon jamaah wajib melakukan persiapan dengan memilih biro travel umroh terbaik. Salah satu rekomendasi biro umroh terbaik adalah Umroh Bandung yang menawarkan paket terbaik seperti umroh plus Turki Bandung dan umroh plus Dubai Bandung.
Biro Umroh Bandung telah berpengalaman mengantarkan jamaah ke Tanah suci dan menyatakan puas ditunjukkan oleh testimoni. Selain itu, biro ini juga menyediakan fasilitas dan akomodasi terbaik.
Yuk segera konsultasikan perjalanan umroh Anda bersama urmoh Bandung solusi perjalanan umroh inshaAllah berangkat tepat waktu dan mabrur!
Baca Juga:
- 7 Seluk Beluk Perbedaan Haji dan Umroh
- Hikmah Haji dan Umroh
- Haji Furoda : Mengenal Jenis - Jenis Haji
- Inilah 10 Perbedaan Haji dan Umroh Paling Mencolok
- Sejarah Ibadah Haji dan Umroh
- Perbedaan Ragam Haji, Panduan Sebelum Menunaikan Ibadah Haji
- Mengenali Etika dan Adab Saat Berinteraksi dengan…
- Syarat dan Ketentuan dalam Asuransi Jamaah Haji 2024
- Peraturan Kementerian Haji dan Umroh: Apa yang…
- Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh