Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam kelima dan sangat dianjurkan bagi yang mampu. Namun dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan ragam haji. Mari simak penjelasannya berikut ini agar persiapan ibadah lebih matang.
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima dan wajib dilaksanakan bagi yang mampu secara fisik, finansial, dan mental. Ibadah ini memiliki makna spiritual mendalam.

Pelaksanaan ibadah haji di Tanah suci, disini para jamaah dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk melangsungkan ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perlu diketahui bahwa dalam pelaksanaan ibadah haji terdapat perbedaan ragam haji.
Perbedaan ragam haji ini sering membuat calon jamaah merasa bingung. Perbedaan ini berpengaruh terhadap urusan manasik, kesiapan fisik, dan kewajiban dalam membayar denda atau tebusan.
Perbedaan ragam haji ini berkaitan dengan ketentuan jamaah akan melakukan ihram, tahallul, dan rangkaian pelaksanaan haji di Tanah suci. Dalam hadits riwayah oleh Aisyah r.a dijelaskan bahwa:
خَرَجْنَا مَعَ اَلنَّبِيِّ ( عَامَ حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ, فَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ, وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ وَعُمْرَةٍ, وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ, وَأَهَلَّ رَسُولُ اَللَّهِ ( بِالْحَجِّ, فَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ فَحَلَّ, وَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ, أَوْ جَمَعَ اَلْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَلَمْ يَحِلُّوا حَتَّى كَانَ يَوْمَ اَلنَّحْرِ
Artinya: “Kami keluar bersama Rasulullah pada tahun haji wada’. Di antara kami ada yang berihram untuk umroh, ada yang berihram untuk haji dan umroh, dan ada yang berihram untuk haji saja. Rasulullah saw. berihram untuk haji. Bagi yang berihram untuk umroh, mereka boleh tahalul setelah itu. Siapa yang bertahalul untuk haji atau menggabungkan antara haji dan umroh, maka tidaklah tahalul kecuali hari Nahr (Iduladha, 10 Dzulhijjah).” (HR. Bukhari no. 1211 dan Muslim no. 118).
Hadits diatas menjelaskan tiga cara berbeda pelaksanaan haji yang menjadi ragam dari haji. Berikut ini ragam haji agar jamaah tidak keliru.
1. Haji Ifrad
Ragam haji yang pertama adalah haji ifrad. Ifrad memiliki makna menyedirikan. Dalam pelaksanaannya haji ifrad jamaah berihram dan berniat haji saja di miqat kemudian menjalankan rukun haji seperti wukuf, mabit, melempar jumrah, dan tawaf ifadah.
Apabila ingin umroh umumnya dilakukan setelah rangkaian haji selesai dengan niat baru. Dalam pelaksanaannya haji ifrad tidak mewajibkan dam, sehingga lebih ringan dari sisi biaya.
Tata cara haji ifead jamaah keadaan ihram di miqat yang telah ditentukan. Ihram menjadi tanda dimulainya ibadah haji dengan memakai pakaian ihram dan berniat untuk ibadah haji tanpa menggabungkan dengan umroh.
Dalam pelaksanaannya haji ifrah, jamaah akan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah selanjutkan mabit di Muzdalifah untuk mengumpulkan kerikil untuk melompar jumroh.
Jamaah akan melontal jumroh sebanyak tujuh kerikil di jumrah Aqbah pada hari idul Adha sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan. Dilanjutkan dengan tawaf ifadah sebagai bagian dari rukun haji yang wajib dipenuhi.
Pada haji ifrad, jamaah tidak diperbolehkan tahallul sebelum menyelesaikan rukun haji pada hari idul adha. Ibadah ini memiliki keutamaan yaitu fokus pada pelaksanaan haji tanpa tambahan umroh.
Baca Juga: Tata Cara Tawaf Wada Sebagai Penutup Ibadah di Tanah Suci
2. Haji Qiran
Perbedaan ragam haji selanjutnya ialah haji qiran. Qiran berarti menggabungkan. Dalam haji qiran, jamaah berihram dengan niat haji dan umrah sekaligus (atau memasukkan niat haji sebelum memulai tawaf), lalu menunaikan tawaf dan sa’i, kemudian melanjutkan rangkaian haji hingga wukuf dan manasik lainnya.
Ibadah haji qiran menggabungkan dua ibadah sehingga mensyaratkan dam atau denda. Dam bisa berupa penyembelihan hewan (kambing, sapi, atau unta sesuai dengan ketentuan). Namun bagi yang tidak mampu, jamaah harus menggantinya dengan puasa 10 hari. Ketentuannya yaitu 3 hari puasa di Mekkah dan 7 hari puasa saat sudah berada di Tanah Air. Jamaah juga disunnahkan tawaf qudum saat tiba di Mekkah.
Pelaksanaan haji qiran, jamaah akan melakukan tawaf dan sa’i dilanjutkan tawaf di Arafah dengan berdiam di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah untuk berdo’a. Kemudian jamaah dapat mabid di Muzdalifah untuk mengumpulkan batu kerikil keperluan melontar jumrah.
Selanjutnya jamaah melontar jumrah pada hari idul Adha, baru melakukan tawaf ifadah. Keutamaan haji qiran ini yaitu menggabungkan dua ibadah besar yaitu haji dan umroh dalam satu waktu. Disini jamaah perlu mempersiapkan fisik yang kuat sebab tidak ada jeda istirahat di antara keduanya.
Baca Juga: Makna dan Tata Cara Shalat Safar Sebelum Berangkat Umroh
3. Haji Tamattu
Perbedaan ragam haji selanjutnya ialah haji tamattu. Haji tamatttu berarti bersenang – senang. Pelaksanaan haji ini jamaah melakukan umroh terlebih dahulu pada bulan-bulan haji (Syawal, Zulqa’dah, dan awal Zulhijah), lalu tahallul (keluar dari ihram).
Karena umrah dan haji dikerjakan dalam satu musim namun terpisah rangkaian, tamattu mewajibkan dam. Salah satu penjelasan menyebut dam tamattu berupa penyembelihan kambing, dan bila tidak mampu ada opsi menggantinya dengan puasa 10 hari (3 hari saat berhaji dan 7 hari setelah pulang).
Tata cara haji tamattu, yaitu ihram untuk umroh mengenakan ihram di miqat dan berniat untuk melaksanakan umroh kemduian menjalankan berbagai rangkaian ibadah umroh. Dilanjutkan jamaah untuk keluar dari ihram setelah ihram. Dalam keadaan ini jamaah diperbolehkan melakukan aktivitas sehari – hari seperti memakai pakaian biasa, menggunakan wewangian, dan lain – lain.
Kemudian jamaah melakukan ihram kedua untuk haji yaitu pada 8 Dzulhijjah atau hari tarwiyah jamaah kembali mengenakan ihram untuk berniat melaksanakan haji. Setelah berniat jamaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumroh, dan tawaf ifadah.
Mana Haji yang lebih Disarankan?
Mengetahui perbedaan ragam haji akan membuat jamaah bingung lebih baik melaksanakan haji apa diantaranya ketiga haji yaitu ifrad, qiran, dan tamattu. Namun bagi jamaah Indonesia disarankan untuk memilih haji Tamattu oleh Kementerian Agama. Hal ini disebabkan pelaksaaan haji Tamattu lebih sederhana dilakukan oleh jamaah.
Jika melakukan haji tamattu jamaah akan melaksanakan umroh terlebih dahulu baru dilanjutkan ibadah haji. Keistimewaan haji tamattu jamaah bisa kembali berpakaian biasa setelah ibadah umroh. Sedangkan haji qiran jamaah diwajibkan mengenakan pakaian ihram saat tiba waktunya haji dilaksanakan. Untuk haji Ifrad jamaah harus memiliki fisik yang prima sebab pelaksanaannya menguras energi jamaah.
Memahami perbedaan ragam haji untuk menambah wawasan bagi calon jamaah yang akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci agar tidak bingung. Ragam ibadah haji bukan untuk membuat rumit jamaah justru agar ibadah dapat dilaksanakan tanpa ragu dan khusyuk.
Demikian penjelasan tentang perbedaan ragam haji. Semoga informasi yang telah dijelaskan dapat bermanfaat bagi para calon jamaah.
Dalam melaksanakan ibadah haji, jamaah harus menunggu hingga waktu tersedianya kuota yang telah ditentukan. Namun apabila ingin menyegerakan untuk menunaikan ibadah di Tanah suci, jamaah juga dapat menunaikan umroh sambil menunggu waktu haji.
Sebelum umroh jamaah wajib menentukan pendamping agar pelaksanaan umroh di Tanah suci lebih khusyuk tanpa ragu. Salah satu penyedia jasa pendamping umroh terbaik adalah umroh Bandung.
Biro umroh Bandung hadir untuk membantu para calon jamaah untuk ibadah ke Tanah suci dengan memberikan fasilitas, akomodasi, dan pendamping umroh terbaik agar ibadah lancar.
Selain itu, biro ini juga memiliki izin legalitas resmi Kementerian Agama sehingga tidak perlu ragu menggunakan jasa dari biro umroh. Biro umroh juga menawarkan berbagai macam paket pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan seperti umroh reguler, umroh plus Turki Bandung, dan umroh plus Dubai Bandung.
Dapatkan perjalanan umroh terbaik Anda bersama umroh Bandung solusi umroh nyaman, aman, dan inshaAllah mabrur!
Baca Juga:
- 7 Seluk Beluk Perbedaan Haji dan Umroh
- Hikmah Haji dan Umroh
- Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh
- Haji Furoda : Mengenal Jenis - Jenis Haji
- Sejarah Ibadah Haji dan Umroh
- Sejarah Haji: Kapan Wajib Haji Pertama Kali Disyariatkan?
- Merencanakan Umroh Keluarga: Tips dan Saran
- Inilah 10 Perbedaan Haji dan Umroh Paling Mencolok
- Syarat dan Ketentuan dalam Asuransi Jamaah Haji 2024
- Apa Saja Ciri-Ciri Haji Mabrur Itu?