Inilah Pintu Masuk Utama Masjidil Haram yang Perlu Jamaah Haji dan Umroh Ketahui

pintu masuk utama Masjidil Haram

Masjidil Haram di Kota Makkah merupakan pusat ibadah umat Islam dari seluruh dunia. Setiap tahun, jutaan jamaah haji dan umroh berkumpul di tempat suci ini untuk melaksanakan berbagai rangkaian ibadah, mulai dari thawaf, sa’i, hingga sholat berjamaah. Karena luasnya area Masjidil Haram yang terus mengalami perluasan, banyak jamaah—terutama yang baru pertama kali datang—sering merasa kebingungan saat mencari jalan masuk maupun keluar.

Sebagai masjid terbesar di dunia, Masjidil Haram tidak hanya memiliki satu gerbang saja. Bangunan megah ini memiliki ratusan pintu yang tersebar di berbagai sisi kompleks. Banyaknya akses tersebut memang memudahkan pergerakan jutaan manusia setiap hari, tetapi di sisi lain juga berpotensi membuat jamaah tersesat apabila tidak mengenali pintu-pintu pentingnya.

Untuk membantu orientasi jamaah, terdapat beberapa pintu utama Masjidil Haram yang bisa dijadikan patokan lokasi. Dengan memahami pintu masuk utama Masjidil Haram, jamaah haji dan umroh akan lebih mudah menentukan titik temu rombongan, mencari jalur menuju area thawaf, serta kembali ke hotel tanpa kesulitan.

Keutamaan beribadah di Masjidil Haram juga sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:

“Sholat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 kali sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram, dan sholat di Masjidil Haram lebih baik dari 100.000 kali sholat di masjid lainnya.”
(HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)

Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya Masjidil Haram dibandingkan masjid lain di dunia. Tidak heran setiap jamaah selalu berusaha memperbanyak ibadah selama berada di sana.

Baca Juga: Masa Berlaku Visa Umroh Kini Dipangkas Menjadi 30 Hari, Berikut Penjelasannya

Mengenal Jumlah Pintu di Masjidil Haram

Masjidil Haram memiliki jumlah pintu yang sangat banyak. Secara umum, terdapat sekitar 120 pintu dengan nama berbeda-beda, dan sekitar 45 di antaranya dibuka selama 24 jam setiap hari. Setelah proyek perluasan terbaru oleh pemerintah Arab Saudi, total gerbangnya bahkan mencapai lebih dari 200 akses masuk.

Walaupun jumlahnya banyak, jamaah tidak harus menghafal semuanya. Cukup mengenali pintu masuk utama Masjidil Haram sebagai patokan arah. Pintu-pintu utama inilah yang biasanya digunakan oleh rombongan haji dan umroh karena mudah dikenali serta berada di lokasi strategis.

Berikut beberapa pintu utama Masjidil Haram yang wajib diketahui.

Bab Abdullah

Bab Abdullah merupakan salah satu pintu paling penting di Masjidil Haram. Gerbang ini menjadi akses menuju area perluasan besar yang dibangun pada masa Raja Abdullah. Area ini dikenal sebagai salah satu bagian masjid dengan kapasitas jamaah sangat besar.

Ciri khas Bab Abdullah adalah desain gerbang melengkung yang megah dan luas. Pada kedua sisinya terdapat struktur gerbang kecil yang simetris, sehingga mudah dikenali dari kejauhan. Pintu ini sebenarnya merupakan pengembangan dari perluasan sebelumnya pada masa Raja Fahd.

Banyak jamaah memilih masuk melalui Bab Abdullah karena aksesnya luas, tidak terlalu padat dibanding pintu lain, dan memudahkan menuju area sholat utama. Bagi jamaah yang menginap di hotel sekitar kawasan Ajyad dan sekitarnya, pintu ini sering menjadi jalur paling nyaman.

Bab Fatah

Bab Fatah berada di sisi selatan kompleks Masjidil Haram. Pintu ini memiliki nilai sejarah tersendiri dalam tradisi Islam. Menurut riwayat yang populer, Nabi Muhammad SAW memasuki Kota Makkah melalui jalur ini saat peristiwa Fathu Makkah (penaklukan Kota Makkah). Karena itu, gerbang ini dikenal sebagai “Pintu Kemenangan”.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bab Fatah juga mengalami renovasi sehingga tampil lebih modern namun tetap mempertahankan arsitektur khas Islam. Jamaah sering menggunakan pintu ini sebagai jalur masuk menuju area dekat Ka’bah, terutama pada waktu-waktu sholat.

Selain memiliki nilai historis, Bab Fatah juga sering dijadikan titik pertemuan rombongan karena letaknya cukup strategis dan mudah ditemukan pada peta kawasan Masjidil Haram.

Bab Fahad (Pintu Raja Fahd)

Bab Fahad atau King Fahd Gate merupakan salah satu pintu masuk paling terkenal di Masjidil Haram. Lokasinya berada di sisi timur kompleks. Banyak jamaah Indonesia mengenal pintu ini karena sering menjadi jalur utama dari kawasan hotel di sekitar Jabal Omar dan jalan Ibrahim Al-Khalil.

Pintu ini dibangun pada proyek perluasan kedua pemerintah Saudi antara tahun 1982 hingga 1988 Masehi. Di kedua sisi gerbang terdapat menara yang menjadikannya sangat mudah dikenali. Dari Bab Fahad, jamaah dapat langsung menuju area sholat terbuka di bagian timur masjid.

Keunggulan Bab Fahad adalah aksesnya yang lebar dan langsung menuju pelataran masjid. Oleh karena itu, pada musim haji maupun Ramadhan pintu ini termasuk salah satu yang paling ramai digunakan.

Bab Umroh

Bab Umroh memiliki nilai spiritual yang sangat kuat. Dalam sejarah, pintu ini dikenal sebagai jalur masuk Rasulullah SAW ketika melaksanakan umroh pada tahun 629 Masehi (Umrah Qadha).

Pada masa perluasan Raja Abdullah, gerbang ini direnovasi sehingga lebih modern dan luas. Pintu ini memberikan akses langsung menuju area Mataf (tempat thawaf mengelilingi Ka’bah) dari arah barat laut.

Banyak jamaah umroh memilih masuk melalui Bab Umroh karena lebih dekat ke area thawaf dibanding beberapa pintu lain. Selain itu, lokasinya juga sering menjadi rute favorit rombongan travel karena memudahkan jamaah lansia.

Bab Safa

Bab Safa merupakan pintu yang sangat penting terutama bagi jamaah yang hendak melaksanakan sa’i. Letaknya berada di sisi utara Masjidil Haram dan dekat dengan bukit Shafa—titik awal ibadah sa’i antara Shafa dan Marwah.

Pintu ini menyediakan akses menuju lantai atas maupun jalur langsung ke tempat memulai sa’i. Jamaah yang baru selesai thawaf biasanya diarahkan keluar melalui Bab Safa untuk langsung melanjutkan ibadah.

Karena dekat dengan titik awal sa’i, Bab Safa hampir selalu dipadati jamaah umroh. Oleh sebab itu, mengenali pintu ini sangat penting agar jamaah tidak kebingungan saat mengikuti alur ibadah.

Bab As-Salam

Selain lima pintu di atas, ada satu pintu lain yang juga sangat penting, yaitu Bab As-Salam. Nama pintu ini berarti “Pintu Kedamaian”. Letaknya berada di antara jalur Shafa dan Marwah.

Bab As-Salam sering menjadi akses favorit jamaah karena jalurnya relatif mudah menuju area Ka’bah. Banyak ulama juga menganjurkan jamaah masuk melalui pintu ini sambil membaca doa ketika pertama kali melihat Ka’bah.

Karena posisinya strategis, pintu ini juga sering dijadikan titik kumpul rombongan haji dan umroh.

Tips Agar Jamaah Tidak Tersesat di Masjidil Haram

Mengingat luasnya Masjidil Haram, jamaah sangat disarankan mengenali pintu masuk utama Masjidil Haram sejak hari pertama tiba di Makkah. Berikut beberapa tips penting:

  1. Hafalkan nama pintu tempat keluar masuk dari hotel
  2. Foto papan nama pintu sebagai pengingat
  3. Gunakan peta Masjidil Haram di ponsel
  4. Tetapkan titik kumpul rombongan
  5. Simpan kartu hotel di saku

Jamaah juga sebaiknya tidak berganti-ganti pintu setiap hari, terutama bagi lansia. Menggunakan satu pintu secara konsisten akan membantu mengingat arah jalan pulang.

Pentingnya Mengenali Pintu Masjidil Haram

Banyak kasus jamaah tersesat bukan karena jauh dari rombongan, tetapi karena keluar dari pintu berbeda. Mengingat bentuk bangunan Masjidil Haram hampir seragam di semua sisi, seseorang bisa berjalan sangat jauh tanpa sadar telah berada di sisi kota yang berbeda.

Dengan memahami pintu masuk utama Masjidil Haram, jamaah akan lebih tenang beribadah. Mereka tidak perlu khawatir kehilangan arah, sehingga bisa lebih fokus pada thawaf, sa’i, dzikir, dan sholat.

Penutup

Masjidil Haram adalah tempat paling mulia bagi umat Islam. Setiap jamaah tentu ingin memaksimalkan ibadah selama berada di sana. Namun, luasnya kompleks masjid membuat orientasi lokasi menjadi hal yang sangat penting.

Mengenali pintu masuk utama Masjidil Haram seperti Bab Abdullah, Bab Fatah, Bab Fahad, Bab Umroh, Bab Safa, dan Bab As-Salam dapat membantu jamaah haji dan umroh agar tidak tersesat. Selain memudahkan mobilitas, hal ini juga membuat ibadah menjadi lebih khusyuk dan nyaman.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, sebaiknya jamaah mempelajari peta masjid dan mencatat pintu yang paling dekat dengan hotel. Dengan persiapan sederhana tersebut, perjalanan ibadah akan terasa jauh lebih aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Jika Anda sedang mencari layanan perjalanan travel umroh Bandung, Rawda Travel & Umroh adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Sebagai agen perjalanan terpercaya, kami menyediakan layanan berkualitas dengan harga yang bersahabat. Sejak tahun 2003, kami telah menjadi mitra utama bagi jemaah yang ingin menunaikan ibadah umrah ke tanah suci, didukung oleh reputasi dan pengalaman yang solid.

Kami juga menawarkan paket eksklusif “Umroh Plus Turki Bandung” dan ” Umroh Plus Dubai Bandung” yang tidak kalah menarik. Langsung saja kunjungi website resmi kami untuk mendapatkan pengalaman ibadah yang berkah dan berkesan.

Baca Juga: Cuaca di Madinah Prediksi Makin Hangat, Ini Tips Jaga Kesehatan Bagi Jamaah Umroh

Quick Link: