Sebelum menunaikan umroh sebaiknya melakukan shalat safar. Berikut ini makna dan tata cara shalat safar. Panduan lengkap melaksanakan ibadah sunnah termasuk niat, urutan rakaat, dan do’a yang dianjurkan untuk keselamatan dan keberkahan perjalanan.
Ibadah umroh merupakan ibadah yang bukan hanya sekedar fisik menuju Tanah suci. Ibadah umroh merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan bekal batin.
Dalam perjalanan umroh, salah satu amalan penting yang dianjurkan ialah melakukan shalat safar. Tradisi Islam, shalat sunnah safar menjadi sunnah dan disarankan untuk dilakukan supaya perjalanan mendapatkan keberkahan, keselamatan, serta perlindungan dari segala macam bahaya ketika perjalanan.
Berikut ini akan dibahas tentang shalat safar mengenai makna, dan tata cara shalat safar sebelum perjalanan ke Tanah suci, Mekkah.
Apa Makna Shalat Safar?

Mengenal makna shalat safar. Ibadah ini memiliki nilai yang tinggi sebab tidak hanya do’a namun bentuk ikhtiar hamba kepada Allah SWT sebelum melakukan perjalanan seperti umroh ke Mekkah.
Melaksanakan shalat safar menjadi kunci keberkahan dan perlindungan dari keburukan selama di luar. Ibadah ini memiliki makna ketundukan dan kesadaran spiritual seorang muslim ketika hendak meninggalkan rumah dan memulai perjalanan yang penuh dengan tantangan.
Dalam sebuah hadits riwayat oleh sahabat Muth’im bin Miqdam RA, Rasulullah bersabda:
مَا خَلَفَ عَبْدٌ عَلَى أَهْلِهِ أَفْضَلَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا عِنْدَهُمْ حِينَ يُرِيدُ سَفَرًا
Artinya: “Seorang hamba tidaklah meninggalkan sesuatu yang paling berharga bagi keluarganya melebihi dua rakaat yang dilakukan di tengah mereka ketika hendak bepergian jauh.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)
Keutamaan shalat Safar dapat melindungi musafir dari keburukan selama berada di perjalanan. Rasulullah bersabda.
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعَانِكَ مَخْرَجَ السُّوْءِ ، وَإِذَا دَخَلْتَ مَنْزِلَكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعَانِكَ مَدْخَلَ السُّوْءِ
Artinya: “Jika kamu hendak keluar dari rumahmu, sholatlah dua rakaat, (sesungguhnya) sholat tersebut dapat melindungimu dari keburukan di luar, dan jika kamu masuk ke dalam rumahmu, sholatlah dua rakaat, (sesungguhnya) sholat tersebut dapat melindugimu dari keburukan yang terjadi di dalam rumah.” (HR. Baihaqi dan Al-Bazzar)
Jumlah Rakaat dan Syarat Shalat Safar
Shalat safar merupakan ibadah yang dilaksanakan sebelum perjalanan jauh. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, memohon keselamatan dari bahaya dan perlindungan dari segala keburukan yang mungkin terjadi selama perjalanan.
Umat muslim yang melakukan shalat safar saat umrah menunjukkan bahwa seorang muslim mempercayakan dirinya kepada Allah dan memohon keberkahan serta kekuatan dalam perjalanan yang akan ditempuh.
Rasulullah SAW menganjurkan shalat dua rakaat sebelum keluar rumah, sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar dijauhkan dari keburukan selama di perjalanan dan diberikan kemudahan dalam mencapai tujuan.
Shalat safar memiliki syarat dan rukun yang sama seperti shalat sunnah lainnya. Sebelum melakukan shalat tentunya wajib untuk memastikan diri dalam keadaan suci (berwudhu), menutup aurat dengan benar dan menghadap kiblat.
Shalat safar dilaksanakan sesuai dengan urutan dan gerakan mengikuti tata cara shalat sunnah lainnya. Ibadah ini boleh dilaksanakan kapan saja baik pagi maupun malam apabila seseorang akan melakukan perjalanan jauh. Hal ini menunjukkan fleksibilitas waktu pelaksanaan selama merupakan bagian dari persiapan sebelum perjalanan (safar).
Baca Juga: Rekomendasi Toko Perlengkapan Umroh Di Bandung Terbaik
Tata Cara Shalat Safar
Shalat Shafar dilakukan dua rakaat dan diawali dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, dan ditutup dengan salam seperti shalat sunnah pada umumnya. Berikut ini penjabaran tentang tata cara shalat safar:
1. Niat
Tata cara shalat safar pertama ialah niat, sebelum memulai shalat seorang muslim harus berniat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah safar. Bacaan niat shalat safar:
أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Ushalli sunnatas safari rak’ataini lillâhi ta’âla)
Artinya: “Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul Ihram, membaca Al Fatihah, membaca surat pendek
Tata cara shalat safar selanjutnya adalah takbiratul ihram dilanjutkan pada rakaat pertama membaca Al Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al Kafirun.
Pada rakaat kedua, setelah Al-Fatihah dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.
3. Ruku’ dengan tuma’ninah
Tata cara shalat safar selanjutnya adalah ruku’ dengan tuma’ninah. Maknanya adalah ruku’ dengan posisi sempurna sehingga tulang punggung menjadi rata, leher, dan kepala tegak sejajar dengan punggung.
4. I’tidal
Tata cara shalat safar selanjutnya yaitu I’tidal. I’tidal adalah proses berdiri yang memisahkan antara ruku’ dan sujud.
5. Sujud
Tata cara shalat safar selanjutnya yaitu sujud dengan posisi bungkuk dengan meletakkan dahi ke lantai dan kedua telapak tangan diantara kepala.
6. Duduk diantara dua sujud
Tata cara shalat safar setelah sujud adalah duduk diantara dua sujud dengan duduk bersimpuh. Kemudian kedua telapak tangan diletakkan diatas paha dalam posisi telungkup.
7. Tasyahud Awal, Tasyahud akhir, dan Salam
Tata cara shalat safar selanjutnya yaitu tasyahud awal dan tasyahud akhir diakhiridengan membaca salam.
Setelah salam, dianjurkan membaca Ayat Kursi dan Surah Quraisy sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan dalam perjalanan.
Berikut ini bacaan ayat kursi dalam tata cara shalat safar:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung (QS al-Baqarah: 255).
Bacaan surah Quraisy:
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ
Artinya: Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan), maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah), yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut (QS Quraisy: 1-4).
Baca Juga: Mengetahui Rukun Umroh Lengkap Sebelum Berangkat Ke Tanah Suci
Keutamaan Shalat Safar
Setelah melaksanakan shalat safar, tentunya ibadah ini memiliki keutamaan tentang ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT. Shalat safar juga menjadi momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta sebelum mengawali perjalanan ibadah yang sangat mulia.
Shalat safar sebelum berangkat umroh sebagai tuntunan memohon keselamatan dari bahaya serta harapan supaya perjalanan umroh yang ditempuh berjalan lancar dan penuh berkah.
Selain itu, shalat Shafar juga menjadi bentuk kesiapan hati dan jiwa dalam menghadapi perjalanan panjang ke Tanah Suci. Oleh karena itu, bagi setiap jamaah yang akan menjalankan ibadah umroh, memahami dan mengamalkan tata cara shalat safar menjadi bekal penting yang dilakukan sebagai persiapan spritual ke Tanah suci.
Dengan memahami tata cara sholat safar sebelum berangkat ke Tanah suci, jamaah akan lebih siap untuk melaksanakan umroh. Tentunya calon jamaah juga wajib mempersiapkan pendamping selama perjalanan ke Mekkah untuk umroh.
Salah satu biro umroh terbaik adalah Umrah Bandung yang berkomitmen mendampingi jamaah dari awal hingga akhir perjalanan. Umrah Bandung telah berhasil mengantarkan ribuan jamaah ke Tanah suci dan jamaah menyatakan puas dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan.
Biro umrah Bandung menawarkan berbagai paket umroh seperti umroh reguler, umroh plus Turki Bandung, dan umroh plus Dubai Bandung. Dapatkan perjalanan yang aman, nyaman, dan menunaikan umroh dengan mabrur bersama umrah Bandung solusi perjalanan ke Tanah suci.
Baca Juga:
- Merencanakan Umroh Keluarga: Tips dan Saran
- 32 Doa Untuk Orang Umroh Mabrur yang Dapat Dipanjatkan
- Pentingnya Mencari Biro Umroh Terpercaya dan Terlisensi
- 7 Seluk Beluk Perbedaan Haji dan Umroh
- Hikmah Haji dan Umroh
- Sejarah Ibadah Haji dan Umroh
- 55 Contoh Titip Doa Umroh
- 15 Rekomendasi Hadiah Untuk Mereka Yang Akan Pergi Umrah
- Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh
- Mengetahui Rukun Umroh Lengkap Sebelum Berangkat Ke…