Assalamualaikum pembaca setia umroh Bandung, apakah Anda tahu bahwa terdapat tradisi walimatussafar haji? Lalu apa hukum walimatussafar haji ini? Simak penjelasannya berikut ini.
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Ketika bulan haji telah tiba, banyak umat Muslim yang menyambut bulan ini, sebab bukan ini berarti banyak keberangkatan haji ke Tanah Suci yang menjadi momen ditunggu – tunggu.
Sebelum keberangkatan haji sendiri pun, di Indonesia terdapat tradisi pamitan sebelum seseorang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Tradisi ini diisi dengan doa bersama, silaturahmi keluarga, tetangga, dan kerabat. Nama dari tradisi ini ialah walimatussafar haji sebagai bentuk rasa syukur sebab Allah SWT telah memilih dan memberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di rumah Allah.
Namun, tentang hukum walimatussafar haji ini masih dipertanyakan oleh umat muslim apakah diperbolehkan? Hukum walimatussafar haji, tidak cukup hanya melihat bentuk dan kemegahan acara, namun memahami isi, niat, dan cara pelaksanaannya. Alhamdulillahnya Anda menemukan tulisan ini yang akan membahas tentang hukum walimatussafar haji. Dibawah ini penjelasannya.
Apa itu Walimatussafar Haji?

Sebelum membahas tentang hukum walimatussafar haji, alangkah baiknya untuk mengenal apa itu walimatussafar haji. Salah satu tradisi atau acara di Indonesia sebagai bentuk syukur, pamitan, doa bersama, dan silaturahmi dengan keluarga, tetangga, serta kerabat sebelum seseorang menunaikan ibadah haji disebut dengan walimatussafar haji.
Kegiatan walimatussafar haji berisikan doa, nasihat, sedekah makanan, dan permohonan maaf. Tradisi ini memiliki nilai kebaikan yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah.
Memaknai tradisi walimatussafar haji, berasal dari kata “walimah” yang berarti jamuan atau acara makan bersama, sedangkan “safar” berarti perjalanan. Jadi walimatussadar haji ialah jamuan atau pertemuan yang dilakukan menjelang seseorang melakukan perjalanan penting termasuk perjalanan haji.
Acara walimatussafar haji sebagai momen untuk meminta do’a, keselamatan, kelancaran ibadah, kesehatan, dan harapan agar calon jamaah dapat pulang dengan haji yang mabrur. Namun kegiatan ini bukanlah sebuah kewajiban.
Baca Juga: Memahami Rukun Haji dengan Mudah untuk Persiapan ke Tanah Suci
Hukum Walimatussafar Haji, Bolehkah Dilakukan Dengan Semeriah Mungkin?
Membahas hukum walimatussafar haji, pada dasarnya kegiatan ini diperbolehkan selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam. Lalu apakah boleh dilaksanakan dengan semeriah mungkin?
Jawabannya adalah kegiatan walimatussafar haji ini dilaksanakan secara sederhana. Secara lebih jelasnya tujuan dilakukan walimatussafar haji adalah sebagai kegiatan selamatan sebelum haji. Hukum walimatussafar haji adalah sunnah dan dapat disamakan dengan “naqiah” atau tradisi memberikan jamuan makan untuk menyambut orang yang baru pulang dari perjalanan jauh (musafir) terutama bagi jamaah haji.
Kegiatan walimatussafar haji berisikan kegiatan silaturahmi, sedekah, doa, membaca Al-Qur’an, dan kegiatan baik lainnya. Selain itu, walimatussafar sebagai kegiatan tasyakuran sebelum berangkat haji merupakan tradisi baik sebab di dalamnya terdapat rangkaian acara seperti silaturahmi, pemberian makanan, dan doa yang dapat menumbuhkan kasih sayang sesama Muslim. Tradisi ini juga tidak boleh dipahami sebagai kewajiban agama yang harus selalu dilakukan oleh setiap calon jamaah.
Melakukan walimatussafar haji hukumnya sunnah dan jangan sampai dijadikan sebagai kewajiban. Kegiatan ini bukan bagian dari rukun haji dan syarat sah haji sehingga orang tidak diwajibkan mengadakan acara ini. Ibadah haji tetap sah dilaksanakan selama memenuhi syarat, rukun, dan wajib haji sesuai ketentuan syariat.
Sebab bukanlah bagian dari kewajiban, maka calon jamaah haji tidak perlu untuk merasa terbebani. Apabila memiliki kemampuan dan ingin mengadakan acara, maka dapat dilakukan secara sederhana. Namun, jika tidak memungkinkan karena kondisi ekonomi, waktu, kesehatan, atau alasan lain, tidak perlu memaksakan diri.
Hikmah Melakukan Acara Walimatussafar Haji
Membahas hukum walimatussafar haji, bahwa kegiatan ini adalah sunnah dan bukan menjadi kewajiban. Kegiatan walimatussafar diisi dengan rangkaian kegiatan sederhana dan bernilai ibadah seperti pembacaan do’a, tausiyah singkat tentang haji, nasihat untuk calon jamaah, permohonan maaf, serta makan bersama. Kegiatan seperti ini membuat acara terasa hangat dan bermanfaat bagi semua yang hadir.
Selain itu, acara juga bisa diisi dengan pengingat tentang pentingnya menjaga niat selama berada di Tanah Suci. Calon jamaah dapat meminta keluarga dan tetangga untuk mendoakan agar perjalanan lancar, ibadah diterima, serta diberi kekuatan dalam menjalani seluruh rangkaian haji.
Apabila melaksanakan kegiatan walimatussafar haji, maka diniatkan untuk beramal dan bentuk syukur kepada Allah SWT sebab telah diberi kesempatan menunaikan ibadah haji. Selain itu, acara ini juga bisa menjadi sarana meminta maaf kepada sesama sebelum berangkat. Niat yang baik akan menjaga acara tetap berada dalam rangka ibadah.
Hindari bahwa pelaksanaan walimatussafar sebagai ajang untuk pamer, mencari pujian, atau menunjukkan kemampuan ekonomi, maka nilai kebaikannya dapat berkurang. Karena itu, calon jamaah perlu menjaga hati agar acara tersebut benar-benar membawa manfaat. Beberapa hikmah kegiatan walimatussafar diantaranya.
1. Menjalin silaturahmi
Hukum walimatussafar haji adalah sunnah. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi ajang silaturahmi. Sebelum berangkat jauh, calon jamaah dapat bertemu keluarga, sahabat, dan tetangga untuk saling mendoakan. Momen ini sering membuat hubungan yang sempat renggang menjadi lebih baik.
Silaturahmi juga memberi ketenangan batin bagi calon jamaah. Ketika sudah meminta maaf dan mendapat doa dari orang-orang terdekat, hati menjadi lebih ringan untuk berangkat. Inilah salah satu hikmah sosial dari walimatussafar yang terasa sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
2. Momen Berbagi
Kegiatan walimatussafar haji juga sebagai momen untuk sedekah makanan. Memberi makan orang lain adalah salah satu bentuk kebaikan dalam Islam.
Dalam walimatussafar, jamuan makanan tidak harus mewah. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kemampuan tuan rumah. Makanan sederhana yang diberikan dengan hati tulus tetap bernilai baik.
3. Saling Mendo’akan
Kegiatan walimatussafar haji juga sebagai momen untuk saling mendo’akan yang tercermin dalam do’a bersama. Keluarga dan tamu yang hadir dapat mendoakan keselamatan calon jamaah selama perjalanan. Mereka juga dapat mendoakan agar calon jamaah diberi kesehatan, kesabaran, kemudahan ibadah, dan kemampuan menjaga adab selama berada di Tanah Suci.
Meskipun kegiatan walimatussafar haji diperbolehkan namun tidak boleh berlebihan dan memberatkan. Penting juga untuk memperhatikan menjaga adab pergaulan, tidak mengganggu tetangga, tidak membuang-buang makanan, dan tidak membuat calon jamaah kelelahan sebelum keberangkatan.
Apabila tidak mengadakan kegiatan walimatussafar haji juga tidak menjadi masalah. Calon jamaah tetap bisa berangkat haji tanpa acara tasyakuran. Ibadah haji tetap sah selama semua ketentuan hajinya terpenuhi. Jadi, masyarakat sebaiknya tidak menekan calon jamaah untuk membuat acara tertentu.
Jika ingin berpamitan, calon jamaah dapat melakukannya dengan cara sederhana. Misalnya, mengunjungi orang tua, menghubungi saudara, meminta doa kepada tetangga dekat, atau menyampaikan pesan melalui grup keluarga. Semua itu sudah cukup jika dilakukan dengan adab yang baik.
Baca Juga: Oleh-Oleh Haji Pilihan Jamaah: Dari Tanah Suci untuk Orang-Orang Tersayang
Demikian penjelasan tentang hukum walimatussafar haji yang diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. Semoga dari penjelasan diatas dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Walimatussafar tidak hanya boleh dilakukan sebelum perjalanan haji, namun juga dapat dilaksanakan sebelum keberangkatan umroh. Acara ini sebagai sarana bersyukur doa, sedekah makanan, permohonan maaf, dan penguat silaturahmi sebelum calon jamaah berangkat ke Tanah Suci.
Terpenting bagi calon jamaah haji ialah mempersiapkan keberangkatan. Ini juga berlaku untuk umroh dengan cara memilih biro perjalanan yang tepat.
Salah satu rekomendasi biro umroh terbaik adalah umroh Bandung. Biro ini telah berpengalaman mengantarkan jamaah ke Tanah Suci dan mereka menyatakan puas dengan layanan yang diberikan. Beberapa paket ditawarkan oleh biro umroh Bandung seperti umroh plus Turki Bandung dan umroh plus Dubai Bandung.
Dapatkan kenyamanan perjalanan umroh terbaik Anda bersama umroh Bandung solusi perjalanan umroh inshaAllah mabrur!
Baca Juga:
- Unik! Inilah 7 Tradisi Didunia Ketika Baru Pulang…
- Pahala Tak Terputus: Makna Badal Umroh Untuk Orang…
- 7 Seluk Beluk Perbedaan Haji dan Umroh
- 55 Contoh Titip Doa Umroh
- Tradisi Sebelum Berangkat Umroh di Indonesia :…
- Sejarah Haji: Kapan Wajib Haji Pertama Kali Disyariatkan?
- 32 Doa Untuk Orang Umroh Mabrur yang Dapat Dipanjatkan
- Merencanakan Umroh Keluarga: Tips dan Saran
- 15 Sebutan Nama Lain Al Qur'an yang Diperbolehkan…
- Haji Furoda : Mengenal Jenis - Jenis Haji